DETAIL BERITA
ATV Diproyeksikan Jadi Digital Innovation Hub Dukung Visi Misi mBATU SAE
Pemerintah Kota Batu mendorong transformasi Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Agropolitan TV (ATV) agar berperan lebih strategis dalam mendukung Visi Misi mBATU SAE. Hal tersebut dibahas dalam rapat koordinasi teknis bertajuk Akselerasi Transformasi Digital dan Ekonomi Kreatif melalui LPPL Agropolitan TV (ATV), yang digelar di ruang pertemuan teknis Rakor Selosowan.
Rakor dihadiri oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batu, Aries Setiawan, Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik (IKP), Ferly Syahrudin, Kepala Bidang Pengembangan SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disparta Kota Batu, serta perwakilan tim operasional, redaksi, dan kreatif ATV.
Kepala Dinas Kominfo Kota Batu, Aries Setiawan, menyampaikan bahwa ATV tidak lagi hanya diposisikan sebagai media penyiaran, tetapi sebagai pusat informasi strategis yang mendukung komunikasi publik pemerintah daerah. Menurutnya, ATV diharapkan mampu menyampaikan program pembangunan secara lebih berdampak dan menjangkau masyarakat luas.
“Kita harus beranjak dari sekadar kegiatan normatif menuju komunikasi publik yang berdampak. ATV adalah jembatan antara program strategis pemerintah dan denyut nadi masyarakat,” tegas Aries.
Sementara itu, Koordinator Batu Creative Hub (BCH), Alan Hafiludin, menilai ATV memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari ekosistem industri kreatif. Ia menyebutkan bahwa transformasi ATV sebagai Digital Innovation Hub membuka peluang kolaborasi dengan program strategis nasional serta memperkuat posisi Kota Batu sebagai Kota Kreatif.
“ATV berpotensi menjadi pintu masuk program nasional seperti Garuda Spark. Sebagai lembaga penyiaran publik resmi, ATV dapat menjadi indikator penguat Kota Batu dalam mempertahankan dan meningkatkan status sebagai Kota Kreatif, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Dalam rakor ini juga dibahas penguatan konten berbasis keunggulan lokal, khususnya sektor gastronomi. Konten ini mencakup hasil pertanian, kuliner, dan budaya makan masyarakat yang dikemas dalam identitas lokal “MBATU” sebagai upaya menjaga kearifan lokal agar tetap relevan di era global.
Dari sisi pengembangan sumber daya manusia, Disparta Kota Batu mendorong sinkronisasi konten ATV dengan program pengembangan SDM pariwisata dan ekonomi kreatif. Beberapa agenda yang akan diangkat antara lain Children’s Film Festival (BAK 2026) serta peningkatan pemahaman Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi pelaku ekonomi kreatif.
Kepala Bidang IKP, Ferly Syahrudin, menambahkan bahwa penguatan tata kelola LPPL juga menjadi perhatian, termasuk pengisian struktur Direksi dan Dewan Pengawas serta peningkatan partisipasi publik melalui Forum Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dan jurnalisme warga.
Dari hasil rapat, disepakati adanya pembaruan format siaran ATV dengan mengurangi program dialog monoton dan beralih ke konten yang lebih dinamis dan interaktif. Selain itu, ATV juga akan melakukan modernisasi perangkat produksi serta optimalisasi distribusi konten melalui platform digital seperti YouTube dan Spotify.
Sebagai tindak lanjut, dalam rakor ini disepakati penerapan kerangka kerja MBATU SAE yang meliputi pemetaan program, pemangku kepentingan, sumber daya, hingga dampak publik. Melalui kolaborasi lintas sektor, ATV diharapkan mampu berkontribusi dalam penguatan ekonomi kreatif dan transformasi digital di Kota Batu dan Malang Raya.